
Indonesiaconsult.com (03/11/2024) – Pemerintah Argentina sukses Tarik sekitar 18 miliar dollar AS dari tabungan warga yang sebelumnya disimpan di luar sistem perbankan resmi. Angka ini jika dikonversikan ke rupiah, bernilai sebesar sekitar Rp283 triliun. Keberhasilan ini datang berkat program amnesti pajak yang diberlakukan.
Kebijakan amnesti pajak ini diprakarsai oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Ini bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa negara serta mendukung stabilitas ekonomi di tengah krisis mata uang yang terjadi di Argentina.
Ketentuan Amnesti Pajak
Warga Argentina didorong untuk membawa kekayaan mereka ke dalam sistem perbankan formal. Hal ini dutujukan bagi warga yang kerap menyimpan dollar AS di luar negeri atau di tempat aman dalam negeri seperti kotak penyimpanan pribadi.
Amnesti pajak ini memungkinkan masyarakat Argentina untuk mendepositokan kekayaannya hingga 100 ribu dollar AS tanpa pajak. Namun, jika jumlah kekayaan tersebut lebih dari 100 ribu dollar AS, maka akan dikenakan pajak sebesar 5%.
Menteri Ekonomi, Luis Caputo, mengatakan bahwa tujuan kebijakan ini bukan hanya sekedar untuk mengumpulkan dana. Kebijakan ini juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta investasi sektor swasta.
“Inilah yang diharapkan: dollar AS yang dikumpulkan tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga mendanai sektor swasta sehingga membuka peluang investasi baru,” ujar Caputo. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers di Buenos Aires, Argentina. Dikutip dari laman Pajak.com pada Minggu (03/11).
Seiring dengan tinggunya permintaan, tenggat waktu untuk tahap pertama program amnesti ini diperpanjang karena kendala teknis. Awalnya berakhir pada akhir Oktober, kini diperpanjang hingga 08 November. Setelahnya, pajak akan meningkat menjadi 10% untuk setoran hingga akhir Januari. Lalu akan meningkat kembali menjadi 15% pada bulan April mendatang.
Baca Juga: Kalender Pajak Bulan November 2024!
Respon Positif Masyarakat Argentina
Program ini mendapat sambutan hangat dari publik. Amnesti ini pula disebut sebagai tanda kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Milai. Hal ini dapat terjadi terutapa setelah langkah-langkahnya yang berhasil menurunkan inflasi bulanan ke angka satu digit.
Dengan aliran modal asing yang masuk dan repatriasi dana ini, diharapkan bank-bank local Argentina dapat memperluas kredit ke masyarakat. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat mendorong investasi baru.
Respoon positif terhadap kebijakan ini juga terlihat pada papsar obligasi lokal. Sejumlah perusahaan energi besar seperti Vista Energy telah mengumumkan penjualan obligasi dalam dollar AS di pasar lokal.
Keputusan ini diambil setelah Pampa Energía sukses mengumpulkan 84 juta dollar AS. Hal ini dihasilkan melalui penjualan obligasi empat tahun dengan suku bunga 5,75%. Tingkatan tersebut bahkan lebih rendah dari pasar internasional.
Upaya Keberlanjutan Program
Sebagai usaha menjaga keberlanjutan program, pemerintah Argentina berikan insentif bagi masyarakat. Hal tersebut berupa pembebasan pajak kekayaan selama lima tahun. Tak hanya itu, pemerintah Argentina juga berikan tarif pajak tetap hingga 2038 bagi warga yang menyimpan lebih dari 100 ribu dollar AS. Masyarakat dapat menginvestasikan kekayaannya dalam bentuk obligasi pemerintah, saham, atau proyek properti baru.
Data bank sentral Argentina menunjukkan adanya kenaikan cadangan devisa negara. Peningkatan ini dimulai dari titik terendah 26,9 miliar dollar AS pada pertengahan September menjadi 29,2 miliar dollar AS pada akhir Oktober.
Para ekonom optimis bahwa program ini akan membawa dampak yang positif bagi ekonomi Argentina. Berdasarkan analisis JP Morgan, pertumbuhan cadangan akan semakin besar seiring dengan peningkatan kredit kepada sektor swasta.
Menurut Morgan, Argentina mengirimkan sinyal yang kuat untuk menyambut kembali dollar-dollar yang sempat disimpan di luar sistem formal melalui kebijakan amnesti ini. Kebijakan ini juga membukan jalan bagi pemulihan ekonomi di tengah krisis yang telah berkepanjangan terjadi.
Sumber: Pajak.com