Jurnal Penyesuaian Pada Perusahaan Jasa Untuk Akun Akrual dan Aktiva Tetap

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk melakukan proses penyesuaian terhadap akun atau transaksi-transaksi accrual dalam proses penyusunan laporan keuangan. Ayat jurnal penyesuaian dibuat dengan tujuan agar saldo akun dapat mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya. Jurnal penyesuaian ini dibuat pada akhir periode setelah penyusunan neraca saldo dan sebelum penyusunan kertas kerja (worksheet) dilakukan.

Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang menawarkan produk berupa pelayanan jasa. Perusahaan penerbangan, transportasi, perbankan, konstruksi merupakan sebagian contoh dari bidang perusahaan jasa. Setiap perusahaan melakukan penyesuaian pada akun yang berbeda-beda tergantung pada bidang perusahaannya masing-masing. Pada perusahaan jasa, jurnal penyesuaian tergolong sederhana dan tidak rumit. Maka dari itu, agar lebih mempermudah pemahaman pembaca, artikel ini akan membahas ayat jurnal penyesuaian dasar yaitu jurnal-jurnal penyesuaian yang berasal dari perusahaan jasa.

Item-item yang memerlukan penyesuaian pada perusahaan jasa secara umum dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya sebagai berikut:

Transaksi Akun-akun Akrual (Terhutang)

 

  1. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima

Pendapatan yang masih harus diterima merupakan pendapatan yang sudah menjadi hak dari pihak penjual tetapi masih belum tercatat atau diterima pembayarannya. Contoh dari akun ini adalah piutang bunga, piutang sewa, dan akun-akun lainnya.

Contoh Kasus:

PT. Jaya Konstruksi telah menandatangani kontrak sebesar Rp. 12.000.000 untuk pemberian jasa konstruksi pada tanggal 1 Juni 2021 untuk dua tahun. Maka, jurnal penyesuaian perusahaan pada akhir tahun 2021 ialah:

Piutang Usaha                               Rp. 3.500.000

      Pendapatan Jasa                                                                      Rp. 3.500.000

(7/24 x Rp. 12.000.000)

 

  1. Beban Yang Masih Harus Dibayar

Beban yang masih harus dibayar merupakan jenis beban yang sudah menjadi kewajiban, namun belum dicatat atau dilakukan pembayarannya oleh perusahaan. Contoh dari akun beban ini adalah upah karyawan yang masih harus dibayar, bunga yang masih harus dibayar, dan akun-akun lainnya.

Contoh Kasus:

Belum dibayar upah 4 karyawan selama 3 bulan untuk periode bulan Maret hingga Mei pada tahun 2021. Upah tiap karyawan per-bulannya ialah sebesar Rp. 2.500.000.

Beban Upah                                              Rp.30.000.000

      Hutang Upah                                                                           Rp.30.000.000

(4 x 3 x  Rp. 2.500.000)

 

Transaksi Akun Depresiasi/Amortisasi Aktiva Tetap

Aktiva tetap merupakan suatu aset yang harus dibuatkan penyesuaiannya karena setiap aktivitasnya akan mengalami penyusutan jika sudah digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Contoh dari aktiva tetap adalah peralatan kantor, mesin, gedung, dan lainnya.

Contoh Kasus:

Pada tanggal 1 Januari 2021, perusahaan membeli peralatan senilai Rp. 5.000.000 yang memiliki taksiran ekonomis selama 3 tahun dan memiliki nilai residu Rp. 500.000. Pada akhir tahun, perusahaan melakukan penyesuaian pada peralatan tersebut.

Beban Penyusutan – Peralatan                           Rp. 1.500.000         

Akumulasi Penyusutan – Peralatan                                          Rp. 1.500.000

{(Rp. 5.000.000 – Rp. 500.000) : 3}

 

Selain dari bagian akun-akun tersebut, terdapat juga satu kelompok akun lain lagi yang harus dilakukan penyesuaian. Akun tersebut ialah akun deferral atau akun yang ditangguhkan nilainya sehingga harus dilakukan penyesuaian. Pembahasan tentang akun deferral ini akan dilakukan pada artikel selanjutnya.

Share this Post:

Comments0