Jurnal Penyesuaian Pada Perusahaan Jasa Untuk Akun Defferal

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

Pada artikel sebelumnya telah dibahas jurnal penyesuaian pada akun-akun akrual atau akun yang masih terhutang sifatnya serta akun dari aktiva tetap yang harus dilakukan penyesuaian karena mengalami penyusutan (penurunan nilai). Selanjutnya, artikel ini akan dibahas tentang penyesuaian pada akun-akun deferral yang sifatnya masih ditangguhkan. Berikut ini merupakan penyesuaian dari akun-akun deferral.

 

Transaksi Akun-akun Defferal (Ditangguhkan)

 

  1. Pendapatan Diterima Dimuka

Pendapatan diterima dimuka ialah sebuah transaksi yang pada awalnya tercatat sebagai kewajiban, namun akan menjadi sumber pendapatan di masa yang akan datang. Pendapatan ini muncul dikarenakan perusahaan telah menerima pembayaran terhadap suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pencatatan pendapatan ini dibagi menjadi 2 metode tergantung dari metode yang digunakan perusahaan.

  • Pendekatan Kewajiban

Dalam pendekatan kewajiban, besar nilai pendapatan dicatat sebesar bulan yang sudah dijalani atau telah terjadi.

Contoh Kasus:

Pada tanggal 1 Agustus 2021, Pak Salim menerima uang sebesar Rp. 30.000.000 untuk pembayaran sewa ruko selama satu tahun. Pada akhir tahun 2021, Pak Salim melakukan penyesuaian terhadap pendapatan yang telah ia terima tersebut. Pak Salim menggunakan pendekatan kewajiban untuk jurnal penyesuaiannya.

Sewa diterima dimuka                                Rp. 12.500.000

Pendapatan Sewa                                       Rp. 12.500.000

(5/12 x Rp. 30.000.000)

 

  • Pendekatan Pendapatan

Dalam pendekatan pendapatan, besar nilai pendapatan dicatat sebesar bulan yang belum dijalani atau belum terjadi. Berbeda dengan pendekatan kewajiban, akun pendapatan dicatat di sisi debit.

Contoh Kasus:

Pada tanggal 1 Agustus 2021, Pak Salim menerima uang sebesar Rp. 30.000.000 untuk pembayaran sewa ruko selama satu tahun. Pada akhir tahun 2021, Pak Salim melakukan penyesuaian terhadap pendapatan yang telah ia terima tersebut. Pak Salim menggunakan pendekatan pendapatan untuk jurnal penyesuaiannya.

Pendapatan Sewa                           Rp. 17.500.000

Sewa diterima dimuka                    Rp. 17.500.000

(7/12 x Rp. 30.000.000)

 

  1. Beban Dibayar Dimuka

Beban dibayar dimuka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai aktiva/harta, namun nantinya akan berubah menjadi kelompok beban di masa yang akan datang. Beban ini termasuk sebuah aset perusahaan yang akan memberikan manfaat di kemudian hari. Contoh dari akun beban ini adalah biaya sewa, biaya iklan, biaya bunga, dan akun biaya dibayar dimuka lainnya. Selain itu, pencatatan beban ini dibagi menjadi 2 metode yakni:

  • Pendekatan Aset

Dalam pendekatan aset, besar nilai beban dicatat sebesar bulan yang sudah dijalani atau telah terjadi. Selain itu, akun beban dicatat di sisi debit.

Contoh Kasus:

Pada tanggal 1 September 2021 perusahaan melakukan pembayaran wifi untuk 1 tahun kedepan sebesar Rp. 3.600.000. Pada akhir tahun, masa penggunaan wifi baru digunakan selama 4 bulan. Perusahaan menggunakan pendekatan aset pada jurnal penyesuaiannya.

 

Beban Perlengkapan                           Rp. 1.200.000

Perlengkapan                                       Rp. 1.200.000

(4/12 x Rp. 3.600.000)

 

  • Pendekatan Beban

Dalam pendekatan beban, besar nilai beban dicatat sebesar bulan yang belum dijalani atau belum terjadi. Berbeda dengan pendekatan aset, akun beban dicatat di sisi kredit.

Contoh Kasus:

Pada tanggal 1 September 2021 perusahaan melakukan pembayaran wifi untuk 1 tahun kedepan sebesar Rp. 3.600.000. Pada akhir tahun, masa penggunaan wifi baru digunakan selama 4 bulan. Perusahaan menggunakan pendekatan beban pada jurnal penyesuaiannya.

 

Perlengkapan                                       Rp. 2.400.000

Beban Perlengkapan                           Rp. 2.400.000

(8/12 x Rp. 3.600.000)

Share this Post:

Comments0