Mengulik Aturan Baru PPnBM atas Kendaraan Bermotor

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

   Pada tanggal 2 Juli 2021 kemarin, Presiden Jokowi meneken sekaligus mengundang-undangkan aturan baru terkait PPnBM atas Kendaraan Bermotor. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 74 tahun 2021 tentang Perubahan Atas PP 73/2019 terkait Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM. Aturan ini baru mulai berlaku pada 16 Oktober 2021 mendatang.

   Secara garis besar, isi dari aturan tersebut ialah mengenai perubahan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku bagi mobil listrik. Dalam pertimbangan PP tersebut, dituliskan bahwa aturan ini terbit dengan tujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat penurunan emisi gas buang yang bersumber dari kendaraan bermotor.

   Sebelum melanjutkan pembahasan, agar bisa lebih mengerti mengenai perubahan-perubahan yang terjadi Anda harus mengetahui rumus dari perhitungan PPnBM terlebih dahulu, rumusnya yaitu:

PPnBM = Tarif PPnBM x DPP

          = Tarif PPnBM x (Tarif DPP x Harga Jual)

   Setelah memahami dasarnya, berikut ini merupakan pembahasan mengenai pasal-pasal yang mengalami perubahan aturan :

1. Pasal 26 (Pasal yang di ubah)

Aturan Semula

PPnBM = 15 % x  13,33% Harga Jual

Aturan Baru

PPnBM = 15 % x  40% Harga jual

   a. Yang dikenakan atas kendaraan bermotor full hybird dengan kapasitas sampai dengan 3.000 ccb.
   b. Dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 23 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 kurang            dari 100 gram per km.
  1.  Pasal 27 (Pasal yang di ubah)

Aturan Semula

PPnBM = 15 % x  33,33% Harga Jual

Aturan Baru

PPnBM = 15 % x  46,66% Harga jual

  1. Yang dikenakan atas kendaraan bermotor full hybird dengan kapasitas silinder sampai 3.000 cc.
  2. Dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 18,4 kilometer per liter hingga 23 kilometer per liter atau memiliki tingkat emisi CO2 mulai dari 100 gram per km hingga 125 gram per km.
3. Pasal 36 (Pasal yang di ubah)

Aturan Baru

PPnBM = 15 % x  0% Harga Jual


   Dikenakan atas kendaraan bermotor dengan teknologi battery electric vehicles (BEV) dan fuel cell electric vehicles (FCEV).

  1. Pasal 36A (Pasal Tambahan)

    Aturan Baru

    PPnBM = 15 % x  33,33% Harga Jual

   a. Dikenakan atas kendaraan bermotor berteknologi plug-in hybrid electric vehicles (PHEV).
   b. Dengan syarat konsumsi bahan bakar lebih dari 28 km per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 100        gram per km.
  1. Pasal 36 B (Pasal Tambahan)

         Pasal ini menjelaskan bahwa Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, 27, 28, 29, 30, 31, dan 36A tidak berlaku dalam hal adanya realisasi investasi mobil listrik paling sedikit Rp 5 triliun, dengan ketentuan sebagai berikut:

        1. Setelah jangka waktu 2 (dua) tahun setelah adanya realisasi
        2. Saat industri kendaraan bermotor yang menggunakan teknologi battery electric vehicles (mobil listrik baterai) mulai berproduksi komersial.

         Selain untuk mempercepat penurunan emisi gas buang, peraturan ini bertujuan juga untuk menarik investasi mobil listrik bertenaga baterai. Hal tersebut terlihat dari pengenaan tarif DPP mobil listrik baterai yang dikenakan sebesar 0%.  Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, aturan baru PPnBM tersebut akan mendorong penjualan mobil listrik, sehingga juga menciptakan multiplier effect terhadap investasi di sektor turunan mobil listrik. Hal ini sejalan dengan geliat pemerintah yang bercita-cita membangun ekosistem mobil listrik mulai dari baterai hingga komponen mobil lainnya.

      Share this Post:

      Comments0