Perbedaan Perlakuan Pajak Atas Hadiah

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

Hadiah adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain tanpa adanya timbal balik atau kompensasi secara langsung. Sementara itu, pajak hadiah ialah uang/setoran yang wajib dibayarkan kepada pemerintah oleh seorang wajib pajak yang mendapatkan penghargaan atau barang dari hasil undian, perlombaan/kompetisi, atau bonus. Pajak atas hadiah ini diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2015 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Hadiah & Penghargaan serta PP 132 Tahun 2000 atas Hadiah Undian.

Tujuan dari pajak hadiah ialah sebagai bagian kontribusi warga negara yang diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara untuk membiayai program-program pembangunan negara. Selain itu, pengenaan pajak ini juga berfungsi sebagai bentuk penyetaraan kepada wajib pajak sehingga memperkecil kesenjangan antara pemenang yang beruntung dengan yang tidak.

Dalam kenyataannya, pajak atas hadiah memiliki jenis dan situasi/kondisi yang berbeda-beda sehingga memerlukan perlakuan pajak yang berbeda-beda pula. Berikut ini jenis-jenis hadiah beserta perlakuan pajaknya.

  • Jenis-jenis Hadiah
  1. Hadiah undian adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan melalui undian.
  2. Hadiah atau penghargaan perlombaan adalah hadiah atau penghargaan yang diberikan melalui suatu perlombaan atau adu ketangkasan;
  3. Hadiah sehubungan dengan kegiatan adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh penerima hadiah;
  4. Penghargaan adalah imbalan yang diberikan sehubungan dengan prestasi dalam kegiatan tertentu.

 

  • Perlakuan Pajak
  1. Hadiah Undian

Karena kejadiannya biasanya hanya berlangsung sekali dan terjadinya langsung selesai saat itu juga, maka pajak hadiah ini termasuk ke dalam PPh Pasal 4 ayat (2) atau termasuk ke dalam pajak final. Tarif atas hadiah ini ialah sebesar 25% baik untuk wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan.

 

  1. Jika Penerima Penghasilan OP WPDN

Penghasilan atas hadiah ini dianggap sebagai penambah penghasilan wajib pajak pada PPh pasal 21. Maka dari itu, ketentuannya yaitu besar nilai hadiah dimasukkan sebagai penambah penghasilan bruto wajib pajak, kemudian diberikan potongan yang pengenaannya didasarkan pada tarif Pasal 17.

 

 

 

  1. Jika Penerima Penghasilan WPLN selain Bentuk Usaha Tetap (BUT)

Karena penghasilan ini diterima oleh seorang WPLN, maka pajak atas hadiah ini termasuk pada PPh Pasal 26. Kemudian, penghasilan tersebut akan dikenakan pemotongan dengan tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dengan memerhatikan ketentuan dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku.

 

  1. Jika Penerima Penghasilan WP Badan termasuk BUT

Karena penghasilan ini merupakan penghasilan yang diperoleh dari penggunaan harta atau modal, maka pajak atas hadiah ini termasuk pada PPh Pasal 23. Kemudian, penghasilan tersebut akan dikenakan pemotongan dengan  tarif sebesar 15% dari jumlah penghasilan bruto.

 

  • Contoh Kasus
  1. Bank Woori memberikan hadiah undian berupa 1 unit mobil Avanza seharga Rp. 250.000.000 kepada Pa Rudi. Atas kegiatan tersebut Bank Woori wajib memotong pajak hadiahnya.

PPh Pasal 4 ayat (2) = 25% x Rp. 250.000.000

                                     = Rp. 62.500.000

 

  1. PT. Snack Bandung mengadakan perlombaan untuk para pegawainya. Untuk tiga pegawai dengan nilai penjualan tertinggi akan diberikan hadiah uang (bonus) masing-masing Rp 25.000.000. Atas kegiatan tersebut PT. Snack Bandung wajib memotong pajak hadiahnya.

PPh Pasal 21 = 5% x Rp. 25.000.000

                       = Rp. 1.250.000 (dimasukkan sbg penambah penghasilan bruto WP)

 

  1. Untuk merayakan anniversary perusahaan yang ke-10, PT. Maju Jaya mengadakan perlombaan lari bagi para pegawainya. Peserta yang mendapatkan posisi pertama dalam lomba lari akan mendapatkan hadiah sebesar Rp. 15.000.000. Mr. John, seorang pegawai yang berkewarganegaraan Amerika, memenangkan lomba tersebut. Atas kegiatan tersebut PT. Maju Jaya wajib memotong pajak hadiahnya.

PPh Pasal 26 = 20% x Rp. 15.000.000

                       = Rp. 3.000.000

 

  1. PT. Modern Desain mengadakan perlombaan desain dengan peserta yang bekerja di perusahaan-perusahaan desain di Indonesia.. Pada acara tersebut, Firma Berkah terpilih sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 500.000.000. Atas kegiatan tersebut PT. Modern Desain wajib memotong pajak hadiahnya.

PPh Pasal 23 = 15% x Rp 500.000.000

                       = Rp. 75.000.000

Share this Post:

Comments0