PSAK 71 : Akuntansi Lindung Nilai

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

     Akuntansi lindung nilai atau hedge accounting adalah suatu teknik manajemen risiko dengan menggunakan derivatif atau instrumen hedging lainnya untuk mengkompensasi (offset) perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas terkait aset, kewajiban, dan transaksi-transaksi di masa depan. Akuntansi lindung nilai diterapkan jika suatu transaksi memenuhi syarat untuk dicatat sebagai lindung nilai.

     Dengan akuntansi lindung nilai, pengakuan keuntungan/kerugian dari instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai dapat dilakukan pada periode yang sama. Akan tetapi dalam implementasinya, hedge accounting bersifat opsional.  Hal itu berarti suatu entitas boleh saja menangguhkan atau mempercepat pengakuan keuntungan atau kerugian berdasarkan ketentuan akuntansi mana yang digunakannya.

Berikut ini merupakan perubahan utama terkait akuntansi lindung nilai dari PSAK 55 ke PSAK 71 yaitu:
















Tujuan & Ruang Lingkup

      Peraturan baru terkait akuntansi lindung nilai ini bertujuan untuk menyelaraskan akuntansi lindung nilai dengan manajemen risiko. Selain itu, ruang lingkup peraturannya terdiri dari seluruh hal yang berkaitan dengan akuntansi lindung nilai kecuali macro hedging.

      Oleh karena itu, PSAK 71 memberikan perubahan signifikan terkait persyaratan akuntansi lindung nilai sehingga laporan keuangan akan mencerminkan manajemen risiko entitas yang lebih baik dibandingkan standar akuntansi PSAK 55. Selain itu, PSAK 71 juga menyediakan pengungkapan untuk membantu investor memahami risiko manajemen dan dampaknya terhadap laporan keuangan.

Instrumen Lindung Nilai
1. Instrumen Kualifikasian
 - Derivatif yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dapat ditetapkan sebagai instrument lindung nilai, kecuali untuk beberapa written option.
 - Aset keuangan non derivatif atau liabilitas keuangan non derivatif










 -  Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya kontrak dengan pihak eksternal dari entitas pelapor dilaporkan yang dapat ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai.

2.  Penetapan Instrumen Lindung Nilai










Item Lindung Nilai
1. Item yang Dilindungi
 - Item lindung nilai dapat berupa aset atau liabilitas yang diakui, komitmen pasti yang belum diakui, prakiraan transaksi atau investasi neto pada kegiatan usaha luar negeri.

 - Item lindung nilai harus dapat diukur secara andal
 - Jika item lindung nilai adalah prakiraan transaksi, transaksi tersebut harus kemungkinan besar terjadi
 - 
Hanya untuk transaksi eksternal
 - Berikut ini terdapat juga eksposur tambahan yang memenuhi klasifikasi item yang dilindungi, yaitu:
   a. Komponen Resiko dari Item nonkeuangan
   b. inflasi yang tidak ditentukan secara kontraktual
   c. Sekelompok item ( termasuk posis neto )
   d. Eksposur Gabungan
   e. 
Instrumen ekuitas diukur pada FVOCI

2. Penetapan Item Lindung Nilai
a. Entitas dapat menetapkan suatu item secara keseluruhan atau komponen dari suatu item sebagai item lindung nilai dalam hubungan lindung nilai.
b. Entitas hanya dapat menetapkan jenis-jenis komponen berikut:

  • Hanya perubahan dalam arus kas atau nilai wajar dari item yang dapat diatribusikan kepada risiko spesifik atau berbagai risiko, jika berdasarkan penilaian di dalam konteks struktur pasar tertentu, komponen risiko dapat diidentifikasi secara terpisah dan dapat diukur secara andal.
  • Satu atau lebih arus kas kontraktual yang dipilih
  • Komponen dari jumlah nominal, yakni bagian tertentu dari jumlah suatu item

Kriteria Kualifikasian untuk Akuntansi Lindung Nilai

Suatu hubungan lindung nilai memenuhi syarat akuntansi lindung nilai hanya jika seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:

  1. Hubungan lindung nilai hanya terdiri dari instrumen lindung nilai yang memenuhi syarat dan item lindung nilai yang memenuhi syarat.
  2. Pada awal hubungan lindung nilai terdapat penetapan dan dokumentasi formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai.
  3. Hubungan lindung nilai harus memenuhi seluruh persyaratan efektivitas lindung nilai sebagai berikut ini :




  • Terdapat hubungan ekonomik
  • Risiko kredit tidak mendominasi perubahan nilai
  • Rasio lindung nilai cocok dengan rasio aktual yang digunakan untuk keperluan manajemen risiko.
  • Frekuensi Penilaian, yaitu pada awal dan secara berkesinambungan (setiap tanggal pelaporan atau terjadi perubahan signifikan dalam keadaaan)
  • Menentukan apakah termasuk kualitatif atau kuantitatif. Hal ini bergantung pada fakta dan keadaan, penilaian kualitatif sesuai untuk keadaan tertentu dan kebijakan manajemen risiko (sumber utama informasi). 


Macam-macam Akuntansi Lindung Nilai

Yang termasuk ke dalam akuntansi lindung nilai yaitu sebagai berikut :

  • Lindung nilai atas nilai wajar
  • Lindung nilai atas arus kas
  • Lindung nilai investasi neto dalam kegiatan usaha luar negeri
  • Akuntansi untuk nilai waktu dari opsi
  • Akuntansi untuk elemen forward dari kontrak forward dan basis spread mata uang ssing dari instrumen keuangan

Share this Post:

Comments0