PSAK 72 : Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    0

PSAK 72 merupakan suatu peraturan yang mengatur tentang Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. PSAK ini diadopsi dari IFRS 15. Perubahan mendasar yang ditimbulkan PSAK 72 adalah adanya standar tunggal pengakuan pendapatan untuk semua jenis industri. PSAK 72 ini  mengubah proses pengakuan pendapatan kontrak yang mulanya berbasis rule based atau rigid kini diubah menjadi principle based atau berbasis prinsip.

Selain itu, PSAK 72 merupakan peraturan yang dimaksudkan untuk menggantikan PSAK 34 tentang Kontrak Konstruksi, PSAK 32 tentang Pendapatan, ISAK 10 tentang Program Loyalitas Pelanggan, ISAK 21 tentang Perjanjian Konstruksi Real Estate, serta ISAK 27 tentang Pengalihan Aset dari Pelanggan. 

  • Ruang Lingkup

PSAK 72 diterapkan untuk seluruh kontrak pelanggan, kecuali:

  1. Kontrak dalam ruang lingkup sewa (PSAK 30)
  2. Kontrak asuransi (PSAK 62);
  3. Instrumen keuangan dan hak atau kewajiban kontraktual lain (ED PSAK 71; PSAK 65; PSAK 66; PSAK 15; PSAK 4)
  4. Pertukaran non-moneter antara entitas dalam lini bisnis yang sama untuk memfasilitasi penjualan pelanggan atau pelanggan potensial.

 

  • Langkah-langkah Mengakui Pendapatan

Terdapat lima tahapan model pengakuan pendapatan yang terdapat dalam PSAK 72, hal tersebut diantaranya sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi Kontrak dengan Pelanggan

Inti dari tahap ini yaitu mengidentifikasi apakah kontrak yang dilakukan memenuhi definisi pendapatan dalam PSAK 72 atau tidak. Kriteria terkait kontrak tersebut diantaranya yaitu:

  • Dapat dipaksakan pelaksanaan hak dan kewajibannya;
  • Para pihak telah menyetujui kontrak dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing; 
  • Dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang/jasa yang akan dialihkan;  
  • Dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang/jasa yang akan dialihkan;  
  • Kontrak memiliki substansi komersial
  • Kemungkinan besar entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya dalam pertukaran barang/jasa yang akan dialihkan ke pelanggan.

Selain itu, jika suatu kontrak tidak memenuhi kriteria diatas tetapi entitas menerima imbalan dari pelanggan, maka entitas mengakui imbalan sebagai pendapatan jika :

  • Entitas tidak memiliki sisa kewajiban untuk mengalihkan barang/jasa dan seluruh imbalan telah diterima entitas dan tidak dapat dikembalikan
  • Kontrak telah berakhir dan imbalan yang diterima entitas tidak dapat dikembalikan

 

  1. Mengindentifikasi Kewajiban Pelaksanaan yang Terdapat Dalam Kontrak

Kewajiban pelaksanaan adalah suatu janji untuk menyerahkan barang atau jasa dalam kontrak yang didasarkan pada dua kriteria, yaitu :

  1. Barang dapat dibedakan (distinct)

Barang/jasa bersifat dapat dibedakan jika kedua kriteria berikut terpenuhi:

  • Pelanggan memperoleh manfaat dari barang/jasa, baik barang/jasa itu sendiri atau bersama dengan sumber daya lain yang siap tersedia; 
  • Janji entitas untuk mengalihkan barang/jasa dapat diidentifikasi secara terpisah dari janji lain dalam kontrak
  1. Barang dapat dibedakan dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan
  1. Menentukan Harga Transaksi

Ketika menentukan harga transaksi entitas mempertimbangkan dampak dari seluruh hal berikut:

  • Utang imbalan kepada pelanggan (seperti diskon atau kupon)
  • Imbalan nonkas
  • Komponen pendanaan signifikan
  • Imbalan variabel dan pembatasnya

 

  1. Mengalokasikan Harga Transaksi ke Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak

Tujuan dari pengalokasian harga ini adalah entitas mengalokasikan harga transaksi terhadap setiap kewajiban pelaksanaan dalam jumlah yang menggambarkan jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas dalam pertukaran.

Untuk memenuhi tujuan alokasi tersebut, entitas mengalokasikan harga transaksi yang diidentifikasi dalam kontrak dengan dasar harga jual berdiri sendiri relatif atau dengan menentukan harga jual berdiri sendiri.

 

  1. Mengakui Pendapatan

Entitas mengakui pendapatan ketika atau selama entitas memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan yaitu aset kepada pelanggan.

Pendapatan diakui sepanjang waktu (Over Time)

Berikut ini merupakan kriteria untuk pendapatan yang diakui secara over time :

  • Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan
  • Kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset (contoh: pekerjaan dalam proses)
  • Kinerja entitas tidak menciptakan suatu aset dengan penggunaan alternatif terhadap entitas
  • Entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan untuk pembayaran kinerja yang diselesaikan sampai suatu tanggal tertentu.

Pendapatan diakui pada waktu tertentu (Performance Obligation At a Point In Time)

Untuk menentukan waktu tertentu di mana pelanggan memperoleh pengendalian atas aset yang dijanjikan dan entitas menyelesaikan kewajiban pelaksanaan, entitas mempertimbangkan persyaratan pengendalian. Sebagai tambahan, entitas mempertimbangkan juga indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup tetapi tidak terbatas pada hal berikut:

  • Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset
  • Pelanggan memiliki memiliki hak kepemilikan legal atas aset
  • Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset
  • Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset
  • Pelanggan telah menerima aset

 

  • Ilustrasi Kasus

PT Indotelkom mengikat kontrak jasa internet dengan pelanggan pada 1 Juli 2021. Pelanggan yang berlangganan untuk kontrak selama 12 bulan akan mendapatkan modem. Pelanggan akan membayar Rp 200.000 setiap akhir bulan sesuai kontrak dan menerima modem segera setelah kontrak disetujui. PT T Indotelkom menjual modem yang sama dengan harga Rp 600.000 (cost Rp 350.000) dan kontrak jasa internet (tanpa gratis modem) dengan harga Rp 180.000 per bulan. PT Indotelkom memiliki tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Jawab :

  1. Mengidentifikasi Kontrak

Telah terjadi kontrak berlangganan jasa telekomunikasi selama 12 bulan. 5 kriteria kontrak telah terpenuhi.

 

  1. Mengidentifikasi Kewajiban Pelaksanaan

Terdapat 2 kewajiban yang dapat dibedakan yaitu:

  • Menyediakan modem
  • Menyediakan jasa telekomunikasi selama 12 bulan.

 

  1. Menentukan Harga Transaksi

Harga transaksi di atas adalah Rp 2.400.000 (Rp 200.000 x 12)

 

 

 

  1. Mengalokasikan Harga Transaksi ke Kewajiban Pelaksanaan

Kewajiban (Produk)

Harga Jual

Berdiri Sendiri Relatif

Persentase

Alokasi

Jasa Internet

Rp. 2.160.000

(Rp 180.000 x 12)

78,26 %

78,26 % x Rp 2.400.000

= Rp. 1.878.240

Modem

Rp     600.000

21,74 %

21,74 % x Rp 2.400.000

= Rp. 521.760

Total

Rp. 2.760.000

100 %

Rp 2.400.000

 

  1. Mengakui Pendapatan

Entitas mengakui pendapatannya sepanjang waktu, berikut ini merupakan perhitungan dan jurnal selama bulan Juli :

 

Tanggal

Nama Akun

Debit

Kredit

1 Juli 2021

Aset Kontrak

        Pendapatan Penjualan

 

Harga Pokok Penjualan

        Persediaan

Rp. 521.760

 

 

Rp. 350.000

                               
Rp. 521.760

 

 

Rp. 350.000

31 Juli 2021

Kas

        Pendapatan Jasa

        (Rp. 1.878.240/12)

        Aset Kontrak

        (Rp. 521.760/12)

Rp. 200.000

 

Rp. 156.520

 

 

Rp.   43.480

 

 

 

 

 

Share this Post:

Comments0