PSAK 73 : Sewa

  • Date
  • Posted by
    admin
  • Comments
    2

PSAK 73 atas sewa merupakan suatu peraturan yang di adopsi dari IFRS 16 Leases. PSAK 73 ini mengatur mengenai transaksi sewa dan transaksi-transaksi yang mengandung sewa terutama perubahan dari sisi penyewa.

Tujuan dari PSAK ini adalah untuk memastikan bahwa penyewa dan pesewa menyediakan informasi yang relevan yang merepresentasikan dengan tepat transaksi-transaksi yang ada. Sehingga, informasi tersebut dapat memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai dampak transaksi sewa pada posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas.

Selain itu, PSAK 73: sewa berlaku efektif per 1 Januari 2020 dengan opsi penerapan dini diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.

  • PSAK yang Digantikan

PSAK 73 merupakan peraturan yang dimaksudkan untuk menggantikan PSAK dan peraturan-peraturan sebagai berikut:

  • PSAK 30 tentang Sewa
  • ISAK 8 tentang Penentuan Apakah suatu Perjanjian Mengandung suatu Sewa?
  • ISAK 23 tentang Sewa Operasi
  • ISAK 24 Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Bentuk Legal Sewa 
  • ISAK 25 tentang Hak atas Tanah. 

 

  • Ruang Lingkup

PSAK 73 mengatur seluruh sewa termasuk sewa aset hak-guna dalam sub-sewa, kecuali sewa atas hal berikut:

  • Sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui;
  • Sewa aset biologis (PSAK 69);
  • Perjanjian konsesi jasa (ISAK 16);
  • Lisensi kekayaan intelektual  (PSAK 72)
  • Hak yang dimiliki oleh penyewa dalam perjanjian lisensi (PSAK 19) untuk item seperti film, rekaman video, karya panggung, manuskrp, hak paten dan hak cipta.

 

  • Pokok Pengaturan PSAK 73

 

  1. Penyewa disyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets) dan liabilitas sewa, kecuali atas:
  • sewa jangka-pendek dan
  • sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah.
  1. Pesewa mengklasifikasikan sewanya sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.

  • Identifikasi Sewa

Kontrak merupakan/mengandung sewa jika memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Suatu aset bisa ditetapkan sebagai suatu aset identifikasian jika memenuhi hal-hal berikut :

  • Bagian kapasitas aset secara fisik dapat dibedakan
  • Ditetapkan secara eksplisit atau secara implisit (ada nomor serial)
  • Pemasok tidak memiliki hak substitusi substantif (tidak ada aset alternatif dan manfaat mensubstitusi tidak melebihi biaya)

Berikut ini merupakan tabel cara mengidentifikasikan suatu kontrak sewa:

     






Sumber:
www.iaiglobal.or.id

 

  • Masa Sewa
  • Masa untuk suatu sewa terdiri dari periode yang tidak dapat dibatalkan  (noncancellable periods) dan juga periode yang dicakup oleh opsi untuk:

1. Mengeksekusi opsi memperpanjang sewa;

2. Tidak mengeksekusi opsi mengakhiri sewa

  • Masa sewa dimulai pada tanggal permulaan dan meliputi periode sewa cuma-cuma yang diberikan pesewa kepada penyewa.
  • Sewa tidak lagi dapat dipaksakan ketika penyewa dan pesewa masing-masing memiliki hak untuk menghentikan sewa tanpa izin dari pihak lain dengan denda yang tidak signifikan.

 

  • Contoh Kasus

PT. Unilever menyepakati kontrak dengan pemasok untuk penggunaan 50 truk angkut selama 1 bulan untuk mengangkut barang dari Jakarta sampai Malang. Pemasok tidak memiliki hak substitusi. Di dalam kontrak ditetapkan jarak maksimum yang dilalui truk. PT. Unilever dapat memilih rincian perjalanan (kecepatan, rute, perhentian istirahat, dll) dalam parameter kontrak. Barang yang diangkut, dan waktu serta lokasi penjemputan di Jakarta dan pengiriman ke Malang ditentukan dalam kontrak. PT. Unilever juga bertanggung jawab untuk mengendarai truk dari Jakarta ke Malang. Selain itu, PT. Unilever tidak memiliki hak untuk melanjutkan penggunaan truk setelah perjalanan yang ditentukan sudah diselesaikan.

Jawab :

  1. Identifikasi Sewa

Kontrak ini mengandung sewa, yaitu sewa atas truk angkut. Hal ini dikarenakan dalam kontrak tersebut pelanggan (PT. Unilever) diberikan hak pengendalian atas aset identifikasian yang terdapat dalam kontrak, untuk lebih jelasnya yaitu:

  • PT. Unilever memiliki hak untuk menggunakan truk selama durasi perjalanan yang ditetapkan.
  • Truk secara eksplisit (disebutkan dengan jelas) ditetapkan dalam kontrak.
  • Pemasok tidak memiliki hak untuk mensubstitusi penggunaan truk.
  • PT. Unilever memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan truk sepanjang periode penggunaan
  • PT. Unilever memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan truk.
  • PT. Unilever mendapatkan manfaat ekonomik dari penggunaan truk
  1. Masa Sewa
  • Masa sewanya ditetapkan selama 1 bulan
  • Karena durasi kontrak adalah 1 bulan, maka sewa ini memenuhi definisi sewa jangka pendek.
  • Tidak terdapat modifikasi sewa atau perpanjangan masa sewa dalam kontrak

 

  • Secara garis besar, isi dari PSAK 73 secara signifikan mengubah peraturan sewa di sisi penyewa atau lessee. Maka dari itu, artikel selanjutnya akan difokuskan untuk membahas mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada kontrak sewa di sisi penyewa.

 

  • Contoh Kasus

PT. Sejahtera melakukan kontrak sewa peralatan selama 3 tahun kepada PT. Sukses dengan nilai kontrak sebesar Rp. 200 juta dan memiliki nilai residu Rp. 40 juta (tanpa garansi). Pembayaran sewa dilakukan setiap awal tahun. Tidak ada opsi membeli dan insentif lain dalam kontrak. Selain itu, kontrak memiliki bunga implisit sebesar 6%.

Share this Post:

Comments2

sadsad

22 November 2021 02:52:49

asdada

23 November 2021 03:47:11

Oke