
“DJP membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk mencapai target penerimaan pajak yang sudah ditetapkan”
Indonesiaconsult.com, (08/08/2024), Di Pontianak Convention Center di Kalimantan Timur pada tanggal 7 dan 8 Agustus, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan acara Pajak Bertutur 2024 dengan judul “Lampaui Batas Bangkit untuk Indonesia Emas”. Dikutip dari pajak.com, dijelaskan oleh Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP Dwi Astuti, Pajak Bertutur adalah kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang manfaat dan fungsi pajak kepada siswa. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mengajarkan generasi muda kepatuhan pajak. “Masa depan Indonesia terletak di tangan mereka.” Oleh karena itu, memahami manfaat dan fungsi pajak sangat penting. Investasi jangka panjang seperti ini sangat dibutuhkan karena generasi muda kita akan memegang tampuk pimpinan dan bekerja diberbagai bidang. Oleh karena itu, kesadaran pajak sangat penting.
Investasi yang dilakukan bertahun-tahun lalu mungkin menjadi alasan keberhasilan DJP saat ini. Dalam sambutannya, Dwi menyatakan bahwa DJP membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk mencapai target penerimaan pajak yang sudah ditetapkan—hampir Rp 1.900 triliun target penerimaan pajak tahun 2024—karena DJP tidak dapat berjalan sendirian.
Ia menyatakan bahwa program Inklusi Kesadaran Pajak, yang dimulai sejak tahun 2014 melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara DJP dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, termasuk kegiatan Pajak Bertutur. Dalam Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Nomor 001/B1/PKS/2016 dan Nomor KEP-48/PJ/2016 tentang Peningkatan Kesadaran Pajak Melalui Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Pendidikan Tinggi, MoU tersebut menghasilkan kurikulum kuliah tentang perpajakan.
Kami berkolaborasi dengan semua pemda (pemerintah daerah) di Indonesia untuk pendidikan menengah hingga dasar (SMA – SMP – SD). Beberapa waktu lalu, kami telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan beberapa wilayah di Jawa Timur. Lebih dari 30 sekolah di wilayah tersebut telah menyatakan kesediaan untuk mengambil bagian dalam Inklusi Kesadaran Pajak, yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran pajak dalam kurikulum sekolah. Dwi berkata, “Harapannya, ini juga bisa dilakukan di Pontianak.”
Tahun ajaran baru ini memiliki 42 juta siswa, termasuk PAUD (lebih dari 4 juta), SD (lebih dari 18 juta), SMP (lebih dari 7 juta), SMA (lebih dari 3 juta), SMK (lebih dari 3 juta), SLB (lebih dari 50 ribu), dan perguruan tinggi, menurut DJP.
Dwi menambahkan, “Artinya, ini adalah potensi yang luar biasa, investasi jangka panjang sebagai tax payer yang memberikan dampak bagi Indonesia dalam 10–20 tahun ke depan, menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas.”
Pada kesempatan yang sama, Pj. Gubernur Kalimantan Barat Harisson Azroi menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mendukung inisiatif Pajak Bertutur untuk meningkatkan kesadaran pajak bagi generasi muda. Ini karena pada tahun 2045, Indonesia akan menerima bonus demografi. Diproyeksikan bahwa usia produktif dari 15 hingga 64 tahun akan mencapai 70%.
Kita bercita-cita untuk mencapai Indonesia Emas selama seratus tahun kemerdekaan Indonesia, dengan membangun kekuatan ekonomi dan infrastruktur serta kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui pendidikan dan beasiswa yang dibiayai pajak. Menurut Harisson, dia berharap semangat bergotong royong untuk membangun bangsa Indonesia akan tetap ada selama kegiatan Pajak Bertutur tahun 2024.
Sebagai informasi, kegiatan Pajak Bertutur 2024 juga dilakukan serentak oleh unit vertikal DJP di Kantor Wilayah DJP dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Selain itu, ada sesi sharing tentang manfaat pajak bagi pembangunan Australia oleh Senior Adviser Australian Taxation Office Grant Andrew Leader.